Mutu simpan buah akan lebih bertahan lama jika laju
respirasi rendah dan transpirasi dapat dicegah dengan meningkatkan kelembaban
relatif, menurunkan suhu udara. Pada umumnya komoditas yang mempunyai umur
simpan pendek mempunyai laju respirasi tinggi atau peka terhadap suhu rendah
(Tranggono dan Sutardi, 1990).
Pertumbuhan
organisme perusak dapat diperlambat pada suhu penyimpanan rendah, namun
komuditas segar berangsur-angsur kehilangan resistensi alaminya terhadap
pertumbuhan organism perusak. Oleh karena itu lamanya umur simpan ditentukan
oleh interaksi oleh senensensi alami (kehilangan kualitas), pertumbuhan
organisme perubahan dan kepekaan terhadap cacat suhu dingin (Tranggono dan Sutardi, 1990).
Tranggono dan
Sutardi, 1990. Biokimia dan Teknologi
Pasca Panen. Pusat Antar Universitas Pangan Dan Gizi, Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta
Dari segi penampilan termasuk didalamnya ukuran, bentuk,
warna, dan ada tidaknya kerusakan dan luka pada buah. Sedangkan yang dimaksud
dengan flavor adalah pengukuran tingkat kemanisan (sweetness), keasaman
(acidity), astringency, rasa pahit (bitterness), aroma, dan off-flavor.
Kandungan nutrisi pada buah dapat berupa vitamin A dan C, kandungan mineral,
dietari fiber, karbohidrat, protein, antioxidan phytochemical (carotenoid,
flavonoid, dan senyawa fenol lainnya). Faktor-faktor keamanan yang juga
mempengaruhi kualitas buah segar adalah residu dari pestisida, keberadaan logam
bdfghjkl;’sererat, mikotoxin yang diproduksi oleh berbagai spesies fungi dan
kontaminasi dari mikroba. (Winarno, 2004)
Winarno,
F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. PT.Gramedia. Jakarta
Vitamin merupakan suatu senyawa organik kompleks yang esensial untuk
pertumbuhan dan fungsi biologis yang lin bagi makhluk hidup. Pada umumnya
didalam buah-buahan banyak terdapat kandungan vitaminnya. Salah satunya adalah
vitamin C.
Vitamin C atau asam askorbat merupakan suatu
nutrien dan
vitamin yang
larut dalam air dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan Sumber
vitamin C sebagian besar berasal dari sayuran dan juga buah-buahan. Oleh karena
itu, vitamin C sering disebut
fresh food vitamin. Buah yang masih
mentah lebih banyak kandungan vitamin C-nya; semakin tua buah semakin berkurang
kandungan vitamin C-nya (Winarno,F.G, 1984).
Winarno, F.G. 1984. Kimia Pangan Dan Gizi. Penerbit
Gramedia, Jakarta.
Jeruk Manis/orange (Citrus
Aurantium)
Jenis
manis mengandung betakaroten dan bioflavanoid yang dapat memperkuat dinding
pembuluh darah kapiler. Pektinnya juga banyak terapat dalam buah dan kulit
jeruk, manfaatnya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan
mingkatkan kolesterol baik (HDL). Jeruk juga berlimpah kandungan flavanoidnya,
seperti flavanpis yang berfungsi sebagai antioksidan penangkal menangkap
radikal bebas penyebab kanker. Jeruk juga kaya akan serat (dietary fiber) yang
dapat mengikat zat karsinogen di dalam saluran pencernaan. Manfaatnya sembelit,
wasir dan kanker kolon bisa dihindari. Jeruk juga kaya akan serat yang dapat
memperlancar proses pencernaan.Kandungan gizi yang dikandung adalah sebagai
berikut kalori 51 kalori , protein sebsar 0,9 g lemak 0,2 g karbohidrat 11,4 g
dan kalsium sebesar 33 mg.